Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AdvertorialBakti SosialBeritaBlogBudayaDeli SerdangHeadlineLintas AgamaLintas OrganisasiPemerintahanRagamSeniTutorial

Pelestarian Budaya Tionghoa Deli Serdang Patut Jadi Contoh Daerah Lain

159
×

Pelestarian Budaya Tionghoa Deli Serdang Patut Jadi Contoh Daerah Lain

Sebarkan artikel ini
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan didampingi Ketua TP PKK, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS, menabuh alat musik di perayaan Imlek Bersama se-Deli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili yang diselenggarakan oleh Yayasan Istana Harta Lima Penjuru di Kito Convention Hall, Tanjung Morawa, Sabtu malam (21/2/2026).
Example 468x60

METROKREASI.COM, TANJUNG MORAWA – Deli Serdang memiliki keunikan tersendiri, karena tingkat toleransi antar umat beragama dan antar etnis yang sangat baik.

Masyarakat Tionghoa tetap memegang teguh dan melestarikan budayanya, serta mampu berbaur dengan seluruh elemen masyarakat. Semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat Tionghoa di Deli Serdang patut menjadi contoh bagi daerah lain.

Example 300x600

“Keberagaman budaya yang ada (di Deli Serdang) merupakan bagian dari kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dirawat bersama,” ucap Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan di Perayaan Imlek Bersama se-Deli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili yang diselenggarakan oleh Yayasan Istana Harta Lima Penjuru di Kito Convention Hall, Kecamatan Tanjung Morawa, dan turut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, Sabtu malam (21/2/2026).

Antusiasme masyarakat atas perayaan Imlek tersebut cukup tinggi. Situasi ini pun memancing reaksi positif dari Bupati.

“Ini (antusiasme) luar biasa. Ini menunjukkan kebersamaan dan kerukunan yang telah terbangun berjalan dengan baik, tanpa adanya gangguan maupun perbedaan yang memecah belah,” ungkap Bupati.

Terkait kondisi Deli Serdang yang multi-etnis dan agama, Bupati menegaskan pentingnya mempertahankan indeks toleransi yang ada. Apalagi, saat ini indeks toleransi di Deli Serdang menjadi salah satu yang terbaik di Sumatera Utara.

“Apa yang sudah baik harus terus kita pertahankan. Kerukunan antar umat beragama dan antarsuku adalah modal utama dalam membangun daerah,” tegas Bupati.

Diharapkan, perayaan Imlek bisa terus dilaksanakan setiap tahun dengan lokasi berbeda. Jika tahun ini di Tanjung Morawa, tahun depan bisa diselenggarakan di Kecamatan Hamparan Perak, atau lainnya. Hal itu agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan nilai-nilai keberagaman dan kebersamaan.

“Semoga tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebanggaan seluruh masyarakat Deli Serdang. Semoga di tahun yang baru kita semakin maju, rukun, dan berdaya,” harap Bupati.

Sementara itu, ketua panitia, Jhon ST menuturkan, menyampaikan masyarakat Tionghoa Deli Serdang, khususnya di Tanjung Morawa dan sekitarnya, sangat bangga dan terkesan atau perayaan Imlek yang dicetuskan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang tersebut.

“Belum pernah ada perayaan Imlek bersama yang diinisiasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, ini menjadi momen bersejarah bagi kami,” cetusnya.

Turut hadir di acara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Deli Serdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan; Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi; anggota DPRD Deli Serdang, Sehat Sembiring, unsur organisasi perangkat daerah (OPD) terkait; Camat Tanjung Morawa, Gontar Syahputra Panjaitan SSTP MM, tokoh masyarakat, dan lainnya. (Pul)

Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *